Alahmak!! Sengketa Tanah di Pantai Sejarah Akan Berujung ke Pengadilan

0
628

BATU BARA, PilarAktual.com – Prahara atas tanah kepemilikan masyarakat setempat Pantai Sejarah desa perupuk Kecamatan Limapuluh Pesisir dengan kelompok tani pencinta Mangrove yang diwakili oleh Azizi belum juga mendapatkan ruang mediasi.

Sebelum nya Azizi pada Selasa (8/12/2020) ketika dikonfirmasi reporter kami melalui telpon seluler mengatakan tidak mengetahui kepemilikan tanah atas nama Elfi Haris di areal kerja IUPHKm yang dikelolanya.
” Pak elfi haris dia gapernah dudukin tanah ini, dia gak punya kios ya bagaimana saya tau ini dia punya ” ungkap Azizi.

Pada Senin (14/12/2020) reporter kami mendapat waktu untuk mewawancarai H. Elfi Haris, SH, M.Hum ditengah kesibukan nya sebagai kepala Bea Cukai Kualanamu.
Dirinya bingung dengan pengakuan Azizi yang mengatakan tidak mengetahui kepemilikan tanah miliknya yang berada di pantai sejarah yang diduga sedang dilakukan pembangunan atas kerjasama Pemilik IUPHKm dengan pemerintah kabupaten Batubara.

Baca Juga :   Satgas TMMD Kodim Sintang Suluh Warga Materi Wawasan Kebangsaan

” Bang azizi pernah buat pertemuan di Pantai dengan beberapa masyarakat. Sebelum pertemuan itu, kebetulan saya sedang jalan-jalan ke pantai dan bang azizi menjumpai kami menyampaikan ingin mengelola pantai sejarah dengan membuat kerja sama dengan masyarakat yang memiliki hak keperdataan atas tanah. Saya menyesalkan statement bang Azizi jika benar mengaku mendadak tidak tahu terhadap kepemilikan tanah saya, ” Jelas Elfi Haris.

Ketika ditanyakan seberapa besar Keyakinannya bahwa Azizi sudah mengetahui kepemilikan tanahnya, H. Elfi Haris SH, MHum yang dikenal dengan panggilan ELHA dan berwajah ganteng bak turunan Arab ini mengatakan bisa ditanyakan kepada masyarakat ataupun kepala desa Perupuk.

” Tinggal ditanyakan saja kepada masyarakat desa Perupuk, tanyakan kepada kades Perupuk yang menjabat saat ini ataupun kades sebelumnya. Bang azizi juga sebenarnya sangat mengetahui status kepemilikan tanah saya. Jika memang benar dia mengaku tidak tahu selama ini, dan mengatakan masyarakat keliru dan itu tanah hutan negara, ya dari dulu dia gak perlu mengundang kami masyarakat yang memiliki hak keperdataan atas tanah disitu. Yang ada malah meminta saya menimbun bagian belakang tanah saya biar rata dan rapi,” cerita Elfi Haris kepada reporter kami.

Baca Juga :   Babinsa Koramil 05/BD Kodim 0209/LB Pastikan Distribusi Beras Miskin Tepat sasaran diwilayah Binaannya

Ketika ditanyakan kepadanya langkah apa yang akan dilakukan untuk mempertahankan hak keperdataan atas tanah miliknya yang diklaim sebagai areal kerja IUPHKm kelompok tani pencinta Mangrove yang diketuai oleh Azizi dan viral menjadi buah bibir masyarakat Batubara.

” Setahu saya dia bukan ketua IUPHKm. Saya masih memberikan kesempatan Bang Azizi mau berkomunikasi kepada kami masyarakat yang memiliki hak keperdataan atas tanah disana. Jika memang bang Azizi tidak memiliki itikad baik lagi kepada kami masyarakat setempat ya apa boleh buat. Kami pun akan mempertahankan dan memperjuangkan Hak keperdataan atas tanah kami, ” tegasnya kepada kami.

Terpisah, Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara Dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Kabupaten Batu Bara ketika dikonfirmasi terkait gonjang ganjing permasalahan tanah masyarakat setempat pantai sejarah desa Perupuk dengan Kelompok tani pencinta Mangrove yang diduga saling klaim atas kepemilikan hak keperdataan atas tanah dan izin pengelolaan hutan kemasyarakatan, Sultan Aminudin mengatakan BPI KPNPA RI Batu Bara sedang mempersiapkan langkah-langkah hukum.

Baca Juga :   Personel Kodim 0209/LB, Bantu Di Dapur Umum Posko Tanggap Bencana

” BPI KPNPA RI Batu Bara siapkan langkah Hukum, dan kami sudah pasti bersama Masyarakat. Bidang hukum sedang berkerja untuk masyarakat yang meminta pendampingan. Ketika diberikan kepercayaan masyarakat kepada Kami (BPI KPNPA RI Batu Bara), maka kami akan mendampingi perjuangan masyarakat desa Perupuk, ” jawabnya singkat kepada reporter kami. (AD)